Surabaya - Pembentukan Tim Pencari Fakta (TPF) oleh Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar menyasar berbagai isu kontroversial yang beredar di media sosial menyusul pemberhentian Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya dari posisi Ketua Umum PBNU. TPF akan melakukan investigasi mendalam terhadap berbagai informasi simpang siur termasuk konflik tambang hingga isu keterkaitan dengan Zionis Israel yang menjadi bahan perbincangan hangat dalam proses pencopotan Gus Yahya. Isu-isu inilah yang diduga menjadi latar belakang dinamika internal organisasi terbesar di Indonesia ini.
Rais Aam menyatakan pembentukan TPF merupakan respons setelah mencermati dinamika di masyarakat, termasuk berbagai informasi dan opini di media arus utama dan media sosial. Berbagai informasi yang berkembang dinilai memerlukan penelusuran fakta yang cermat dan mendalam untuk memisahkan antara fakta dan opini.
Wakil Rais Aam PBNU KH Anwar Iskandar dan KH Afifuddin Muhajir ditunjuk sebagai pengarah dalam Tim Pencari Fakta. Kedua tokoh ini diharapkan dapat memimpin investigasi secara profesional dan impartial untuk mendapatkan kebenaran materiil dari berbagai isu yang beredar.
Untuk mendukung kinerja TPF, implementasi Digdaya Persuratan Tingkat PBNU ditangguhkan sampai dengan selesainya proses investigasi. Langkah ini diambil untuk memastikan tidak terjadi tumpang tindih kewenangan yang dapat mengganggu proses pencarian fakta.
Sementara penangguhan berlaku di tingkat pusat, implementasi Digdaya Persuratan di tingkat PWNU dan PCNU tetap dapat berjalan sebagaimana mestinya. Kebijakan ini menunjukkan komitmen untuk menjaga stabilitas organisasi di tingkat akar rumput.
Isu tentang keterkaitan dengan Zionis Israel merujuk pada undangan terhadap akademisi pro-Zionis Peter Berkowitz pada kegiatan Akademi Kepemimpinan Nasional NU (AKN) pada Agustus lalu. Sementara isu tambang diduga terkait dengan pengelolaan sumber daya alam yang menjadi perhatian organisasi.
Tim pencari fakta diharapkan dapat bekerja secara independen dan objektif mengungkap kebenaran berbagai informasi yang beredar. Hasil investigasi TPF akan menjadi bahan pertimbangan penting bagi pengambilan keputusan selanjutnya dalam tubuh PBNU.
Dengan pembentukan TPF, PBNU berusaha menjawab berbagai spekulasi yang berkembang di masyarakat sekaligus menegaskan komitmen organisasi untuk berpijak pada fakta dan data yang akurat dalam setiap pengambilan keputusan strategis.