Bahlil Dorong Rekonsiliasi Nasional Soal Gelar Pahlawan Soeharto
Menteri Bahlil Lahadalia mendorong semangat rekonsiliasi nasional dalam menyikapi perbedaan pandangan mengenai penganugerahan gelar pahlawan kepada Soeharto. Dia mengajak semua pihak untuk bersikap bijak dan mengutamakan persatuan bangsa.
Dalam pandangan Bahlil, sejarah bangsa Indonesia harus dilihat secara utuh dan komprehensif. Setiap periode kepemimpinan memiliki kontribusi dan pembelajaran yang bisa diambil untuk kemajuan bangsa.
"Kita perlu melihat sejarah dengan kacamata yang luas. Tidak ada pemimpin yang sempurna, tapi setiap pemimpin pasti memiliki jasa bagi bangsa," tutur Bahlil.
Dia menekankan bahwa rekonsiliasi bukan berarti melupakan sejarah, tetapi belajar dari masa lalu untuk membangun masa depan yang lebih baik. Semangat memaafkan dan move on bersama sangat diperlukan untuk kemajuan bangsa.
Ajakan rekonsiliasi ini diharapkan dapat meredakan ketegangan yang muncul akibat perbedaan pendapat tentang gelar pahlawan untuk Soeharto.