Bandung - Pengelolaan GERD tidak hanya bergantung pada pengobatan medis tetapi juga pada pola makan sehari-hari. Banyak penderita yang tidak menyadari bahwa makanan tertentu dapat memicu kekambuhan gejala. Mengidentifikasi dan menghindari makanan pemicu tersebut dapat secara signifikan mengurangi ketidaknyamanan akibat GERD.
Produk olahan susu tinggi lemak seperti keju, es krim, dan susu full cream dapat memicu gejala GERD. Lemak dalam produk susu dapat melemaskan otot LES dan memperlambat pengosongan lambung. Alternatif susu rendah lemak atau plant-based dapat menjadi pilihan yang lebih aman.
Cokelat mengandung methylxanthine yang telah terbukti melemaskan otot polos di LES. Kandungan lemak dan kafein dalam cokelat juga turut berkontribusi memicu refluks. Pembatasan konsumsi cokelat sangat dianjurkan bagi penderita GERD berat.
Makanan yang digoreng dengan minyak banyak dan berulang harus dihindari. Proses penggorengan membuat makanan menyerap banyak lemak yang dapat memicu refluks. Metode memasak dengan memanggang, mengukus, atau merebus lebih disarankan.
Buah sitrus dan jusnya merupakan pemicu umum heartburn pada penderita GERD. Asam sitrat dalam buah-buahan ini dapat mengikis lapisan pelindung kerongkongan. Gejala yang timbul biasanya berupa rasa terbakar dan tidak nyaman di dada.
Makanan yang mengandung banyak bawang putih mentah dapat menyebabkan iritasi langsung pada kerongkongan. Beberapa orang melaporkan peningkatan gejala GERD setelah mengonsumsi makanan dengan bawang putih. Memasak bawang putih hingga matang dapat mengurangi efek sampingnya.
Minuman bersoda dan berkarbonasi dapat meningkatkan tekanan di dalam lambung. Gelembung gas dalam minuman ini mendorong asam lambung naik ke kerongkongan. Pembatasan minuman bersoda sangat membantu dalam mengontrol gejala GERD.
Makanan pedas dengan cabai rawit atau sambal berlebihan perlu dihindari. Zat capsaicin tidak hanya mengiritasi tetapi juga memperlambat proses pencernaan. Penggunaan bumbu lain seperti jahe dan kunyit dapat menjadi alternatif yang lebih aman.
Pemilihan makanan yang tepat merupakan investasi kesehatan jangka panjang bagi penderita GERD. Disiplin dalam menghindari makanan pemicu dapat mencegah perkembangan kondisi yang lebih serius.