Jakarta - Sebanyak 15 Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) dan 10 pemerintah daerah menerima penghargaan tertinggi dalam bidang kerukunan umat beragama melalui Harmony Award 2025. Penghargaan yang diselenggarakan Kementerian Agama ini merupakan bentuk pengakuan atas dedikasi dan inovasi berbagai pihak dalam memelihara kerukunan di tengau masyarakat yang semakin kompleks. Acara ini juga menjadi sarana berbagi praktik terbaik dalam mengelola kerukunan umat beragama.
Penilaian penghargaan dilakukan secara komprehensif selama periode Januari hingga Oktober 2025. Tim penilai independen yang terdiri dari akademisi, praktisi, dan perwakilan Kemenag melakukan verifikasi langsung ke daerah. Aspek penilaian mencakup kualitas dialog, efektivitas mediasi, dan dampak program terhadap masyarakat.
FKUB Provinsi Bali mencatat prestasi gemilang dengan meraih nilai hampir sempurna. Keberhasilan Bali dalam mengelola kerukunan di daerah dengan karakteristik unik patut dijadikan contoh. Inovasi program "Pura dan Masjid Bersaudara" berhasil mempertahankan harmoni meski di tengau tekanan pariwisata.
Sementara itu, Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta mendapat apresiasi khusus untuk kategori pemerintah daerah. DIY dinilai konsisten mengintegrasikan nilai-nilai kerukunan dalam pembangunan infrastruktur dan pelayanan publik. Kebijakan ruang publik inklusif menjadi contoh bagi daerah lain.
Kemenag juga memberikan perhatian khusus pada daerah dengan sejarah konflik. Beberapa daerah yang sebelumnya rawan konflik berhasil menunjukkan transformasi signifikan. Daerah-daerah ini membuktikan bahwa dengan komitmen kuat, kerukunan dapat dipulihkan dan dipertahankan.
Program pendampingan intensif dari Kemenag terbukti efektif meningkatkan kapasitas FKUB di daerah. Selama tahun 2025, lebih dari 500 anggota FKUB telah mengikuti pelatihan dan workshop peningkatan kompetensi. Metode mediasi konflik dan manajemen kerukunan menjadi fokus utama pelatihan.
Harmony Award 2025 juga mengapresiasi inovasi digital dalam membangun kerukunan. Beberapa FKUB mengembangkan platform digital untuk memantau dan merespons cepat isu-isu kerukunan. Teknologi dimanfaatkan untuk memperkuat komunikasi antarumat beragama.
Kemenag berkomitmen melanjutkan dan mengembangkan program Harmony Award di tahun-tahun mendatang. Penghargaan ini tidak hanya sebagai bentuk apresiasi tetapi juga investasi dalam membangun perdamaian berkelanjutan di Indonesia.