BANJARMASIN - Dalam rangka memperkuat sistem pengawasan obat dan makanan, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) memberikan dukungan komprehensif untuk peningkatan kapasitas laboratorium pengujian di Kalimantan Selatan. Dukungan ini merupakan implementasi dari nota kesepahaman yang telah ditandatangani antara BPOM dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan.
Dukungan teknis yang diberikan meliputi penyediaan peralatan laboratorium dengan teknologi terkini untuk pengujian parameter-parameter kritis pada obat dan makanan. Peralatan baru ini mampu mendeteksi berbagai jenis kontaminan dan zat berbahaya dengan tingkat akurasi yang lebih tinggi dan waktu analisis yang lebih cepat dibandingkan peralatan konvensional.
Program pelatihan intensif juga diselenggarakan bagi tenaga teknis laboratorium dari Kalimantan Selatan. Pelatihan mencakup metode pengujian mutakhir, quality control laboratorium, serta interpretasi hasil uji yang benar. Tenaga laboratorium akan dilatih langsung di laboratorium rujukan BPOM untuk memastikan transfer pengetahuan yang optimal.
BPOM menargetkan bahwa dalam dua tahun ke depan, laboratorium pengujian di Kalimantan Selatan telah memenuhi standar akreditasi nasional. Pencapaian akreditasi ini akan meningkatkan kredibilitas hasil uji dan diakui secara nasional, sehingga tidak perlu lagi mengirim sampel ke laboratorium di luar provinsi untuk pengujian tertentu.
Peningkatan kapasitas laboratorium ini juga akan mendukung pengembangan industri obat dan makanan lokal di Kalimantan Selatan. Dengan adanya laboratorium yang memadai, industri lokal dapat melakukan pengujian produk mereka secara lebih mudah dan terjangkau, sehingga mendorong peningkatan kualitas produk yang dihasilkan.
Dukungan berkelanjutan dari BPOM akan terus diberikan melalui program pendampingan dan evaluasi berkala. Tim ahli dari BPOM akan melakukan monitoring rutin untuk memastikan bahwa laboratorium di Kalimantan Selatan dapat beroperasi sesuai dengan standar yang telah ditetapkan.