Suasana yang penuh haru dan semangat menyelimuti Lapangan Dirgahayu 328 Kostrad, Cilodong, pada Senin pagi (9/6/2025).
Di bawah sinar matahari yang mulai terik, sebanyak 96 anak-anak dari Depok secara resmi diserahkan kembali kepada Pemerintah Kota Depok setelah menjalani pendidikan karakter selama 10 hari di barak militer Kostrad Cilodong.
Pendidikan yang berlangsung dari 31 Mei hingga 9 Juni ini merupakan bagian dari usaha untuk membentuk generasi muda yang kuat, disiplin, dan bertanggung jawab, sebagai langkah nyata untuk mengatasi arus kenakalan remaja yang semakin mengkhawatirkan.
Dalam acara tersebut, hadir Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, yang lebih dikenal dengan sebutan KDM, didampingi oleh Wali Kota Depok Supian Suri, Wakil Wali Kota Chandra Rahmansyah, serta jajaran pejabat Pemkot Depok. Tak kalah penting, para orang tua juga hadir dengan ekspresi haru dan bangga, menjemput anak-anak mereka yang baru saja menyelesaikan "masa tempanya" di lingkungan militer.
Salah satu momen yang paling mengharukan terjadi ketika KDM mendekati barisan anak-anak peserta pelatihan. Dengan gaya khasnya yang santai dan hangat, ia mengajak setiap anak untuk berdialog langsung, menanyakan alasan mereka mengikuti program ini.
"Kamu kenapa?" tanya KDM sambil menyentuh pundak salah satu siswa.
"Siap, tawuran Pak," jawab siswa dengan suara lantang.
"Tawuran di mana?" tanya KDM lagi.
"Siap, di Merdeka Pak."
"Pakai clurit tidak?"
"Siap, tidak Pak. Hanya memukul saja.
Dialog tidak berhenti di situ. Dengan penuh empati, KDM menyelidiki lebih dalam perubahan yang terjadi setelah 10 hari menjalani disiplin militer.
Ia menanyakan apakah siswa tersebut masih memiliki niat untuk tawuran.
“Siap, tidak akan lagi Pak,” jawab siswa tersebut dengan tegas.
Tidak hanya kasus tawuran, pengakuan-pengakuan jujur lainnya juga muncul. Seorang siswi, dengan suara pelan namun tegas, mengaku telah kecanduan minuman keras akibat pengaruh teman.
“Kamu kenapa?” tanya KDM.
“Siap. Minum-minuman keras, Pak, diajak teman,” jawab siswi tersebut.
“Masih mau lanjut?” tanya KDM.
“Siap, tidak akan lagi, Pak.”
Program pendidikan karakter ini bukan sekadar agenda formalitas. Di tengah berbagai tantangan sosial yang dihadapi remaja, mulai dari tawuran, kecanduan game, minuman keras, merokok, hingga melawan orang tua, barak militer Cilodong dijadikan tempat pemurnian bagi anak-anak untuk belajar makna disiplin, tanggung jawab, dan cinta tanah air.
Kehadiran Kostrad sebagai mitra pelaksana menunjukkan bahwa persoalan moral generasi muda tidak dapat diselesaikan hanya oleh sekolah atau orang tua. Diperlukan kolaborasi lintas sektor, termasuk aparat militer, untuk membentuk pribadi yang kuat dan siap menghadapi tantangan masa depan.
Dalam sambutannya, Gubernur Dedi Mulyadi menegaskan bahwa pendidikan karakter seperti ini adalah investasi jangka panjang yang harus terus didorong oleh pemerintah daerah. Ia menyatakan, perubahan tidak cukup hanya melalui teori — harus melalui pengalaman, latihan, dan keteladanan.
“Anak-anak ini sedang kita selamatkan dari jalan gelap. Kita bawa mereka kembali ke jalan terang. Jika kita biarkan, bukan hanya masa depan mereka yang hilang, tetapi juga masa depan bangsa,” kata KDM.
Upacara penyerahan ini menjadi lebih dari sekadar seremoni. Ia menjadi simbol harapan bahwa generasi muda, meskipun pernah salah arah, tetap memiliki peluang untuk berubah dan bersinar kembali.
Wali Kota Depok Supian Suri mengucapkan terima kasih kepada Kostrad dan Pemprov Jabar atas kolaborasi ini.