Melbourne - Operasional Bandara Melbourne mengalami gangguan signifikan akibat kebakaran yang terjadi di terminal Qantas. Insiden yang berlangsung pada pagi hari ini memaksa evakuasi sebagian terminal dan mengakibatkan penundaan serta pembatalan penerbangan secara besar-besaran. Situasi chaos terjadi di area terminal domestik bandara tersibuk kedua di Australia ini.
Sumber kebakaran diduga berasal dari ruang peralatan teknis di lantai dua terminal Qantas. Sistem deteksi asap otomatis aktif dan memicu alarm kebakaran di seluruh bangunan. Petugas keamanan dengan cepat merespons dan memandu evakuasi penumpang ke area yang aman.
Layanan pemadam kebakaran Melbourne dikerahkan dengan skala besar ke lokasi kejadian. Tiga unit pemadam kebakaran tiba dalam waktu kurang dari lima menit setelah alarm berbunyi. Proses pemadaman api berlangsung selama sekitar 45 menit sebelum situasi dinyatakan aman.
Dampak operasional meluas ke seluruh jaringan penerbangan Qantas. Penerbangan menuju Sydney, Brisbane, dan Perth menjadi yang paling terdampak dengan tingkat pembatalan mencapai 60 persen. Penumpang antre panjang terlihat di konter layanan pelanggan Qantas.
Beberapa penerbangan internasional Qantas juga terkena dampak tidak langsung. Penerbangan ke Singapura dan Dubai mengalami penundaan karena kru dan awak pesawat terjebak dalam kekacauan di terminal. Maskapai mengupayakan penjadwalan ulang untuk penerbangan internasional.
Penumpang melaporkan situasi tidak nyaman selama proses evakuasi. Banyak yang harus meninggalkan barang bawaan di dalam terminal dan tidak dapat mengaksesnya selama beberapa jam. Beberapa penumpang lansia dan anak-anak mengalami kepanikan akibat situasi yang tidak terduga.
Qantas telah mengaktifkan pusat krisis untuk menangani situasi ini. Tim khusus ditugaskan untuk membantu penumpang yang terdampak dan mengkoordinasikan pemulihan operasional. Maskapai berjanji memberikan kompensasi sesuai ketentuan yang berlaku.
Otoritas bandara mulai melakukan assessment kerusakan pasca kebakaran. Area yang terdampak diperkirakan tidak dapat beroperasi normal hingga 24 jam ke depan. Investigasi mendalam dilakukan untuk menentukan akar penyebab kebakaran dan mencegah terulangnya kejadian serupa.